Rabu, 14 November 2012

marjinal mahasiswa

eruntuk pewaris peradaban yang mewariskan sebuah catatan kebanggan di lembar sejarah manusia. . .
Disini negri kami tempat padi terhampar samudranya kaya raya tanah yg sangat subur. . .
Di negri permai ini berjuta rakyat bersimbah luka. . .
Ribuan anak tak pernah merasa sekolah,pemuda desa menjadi onggokan sampah penganguran seperti gontai2 ilalang yg terpukur dalam hembusan arca emas, , , inilah ayam yang mati di lumbung padi. . . .
Negri ini negri kami, semuanya di rampas haknya tergusur dan lapar, saat semuanya bisa tdur dengan kasur empuknya sebagian darinya menjerit kelaparan dengan pakaian lusuh dan sangat kelaparan. . . . .
Mari kawan. . .
Berderap dan melaju menuju Indonesia baru, singsingkan lengan baju singkirkan semua musuh2. . . Rakyat pasty menang melawan pasti menang melawan penindasan rakyat kita pasti akan menang
rakyat pasty menang rebut kedaulatan. . . . .
Dalam sekelompok buruh tani yg bersatu rebut demokrasi asal dalam satu suara. . Demi tugas suci yg mulia,
tatanan masyarakat indonesia baru tanpa orba. . . .
Di bawah kuasa tirani. . . Kita susuri garis jalan ini. . . Mati demi demokrasi. . .
Dari pada hidup terhina dalam marjinal kebusukan topeng pecundang yg mengaku demokrasi. . .!!


Betapa tersentaknya saat ku buka Hp ku dan ku baca salah satu panji peradaban merahku mangakat. . . . . . . Cabang Bima NTB An. IMMawan Ansari tlh meninggal dunia pagi ini di tembak olh aparat kepolisian pd saat aksi demonstrasi penolakan pertambangan emas di Sape-Lambu-Bima,

teruntuk mu kandaku. . .
Sebuah pengorbananmu adalah jihat panji merah saat malaikat menjemputmu dengan sumringah tangan Allah akan membelaimu dalam surganya. . . Kami bangga perjuanganmu. . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar